Uwi (Dioscorea alata) adalah tanaman pangan umbi-umbian nomor empat dunia setelah kentang, ubikayu, dan ubijalar. Tanaman ini umumnya memiliki umbi dengan kulit warna kecoklatan sedangkan daging berwarna ungu, ada juga yang berwarna putih gading.
Bagaimana penyebarannya? Tanaman uwi-uwian kemungkinan berasal dari negara-negara timur yang jauh menyebar ke arah barat. Pertama kali ditanam di Asia Tenggara dan kemungkinan ditanam di daerah Assam-Burma. Pada tahun 100 SM diduga mulai menyebar melalui negara Thailand dan Vietnam dan ke negara-negara lain, terutama di daerah tropis.
Di beberapa negara, uwi dikenal dengan sebutan ife (Nigeria), ube (Filipina), ratalu (India), ubi kipas (Malaysia), uhi (Hawai dan Tahiti). Di Indonesia, uwi dikenal dengan beberapa nama daerah seperti ubi alabio atau ubi kelapa (Kalimantan), uwi (Jawa), huwi (Sunda), same (Sulawesi Selatan), dan lutu (Maluku).
Bibit tanaman uwi diperoleh dari tunas dikepala umbi, yang diletakkan ke dalam lubang tanam yang di tutup dengan campuran tanah dan kompos. Budidaya tanaman uwi relatif mudah, dengan melakukan penyiraman, penggemburan dan pemasangan ajir. Panen dilakukan setelah tanaman berumur 8-10 bulan.
Uwi itu mengandung apa saja sih dan bagaimana cara mengkonsumsinya? kandungan gizi dari umbi uwi adalah air sebanyak 75 %, karbohidrat 19,8 – 31,8 %, protein 0,6 – 2,0 %, lemak 0,2 %, mineral (kalsium 45 mg/100g, fosfor 280 mg/100g, besi 1,8 mg/100g) dan vitamin (B1 0,10 mg/100g, C 9 mg/100g).
Masyarakat biasa mengkonsumsi umbi uwi dengan cara direbus, dikukus atau dibakar. Bahkan saat ini untuk mengenalkan umbi uwi ke masyarakat, telah banyak bentuk pangan olahan dari umbi uwi, mulai dari dibuat keripik, tepung yang diolah menjadi kue, dodol, atau bakmi.
Secara tradisional D. alata digunakan pula sebagai bahan obat untuk pencahar, melawan cacing, perawatan demam, gonorea, lepra, tumor dan hemorrhoid. Belakangan, hasil-hasil penelitian ilmiah menemukan potensi uwi untuk pengendalian diabetes, penyakit-penyakit kardiovaskuler, kanker, meningkatkan jumlah koloni bakteri berguna dan menghambat pertumbuhan bakteri patogen dalam usus, dan menghambat proses oksidasi oleh lipopolisakarida. Selain itu getah umbi uwi dapat digunakan sebagai pestisida ramah lingkungan.








Referensi
- Hapsari, Ratri Tri. 2014. Prospek Uwi Sebagai Pangan Fungsional Dan Bahan Diversifikasi Pangan. Buletin Palawija No.27
- PS, Olson. 2015. Uwi, Pangan Fungsional yang Prospektif. Tabloid Sinartani.com
- Puspitaningrum, Ika. 2023. Umbi Uwi, Bahan Pangan Lokal “Uwow” Peningkat Sistem Pertahanan Tubuh . https://kanalpengetahuan.farmasi.ugm.ac.id


Tinggalkan Balasan