Peran Pertanian untuk Negeri

Pada tanggal 28 September 1964, seorang pejabat presiden Dr Subandrio, berpidato pada peringatan Hari Tani Nasional di Senayan Jakarta. Perjuangan revolusi Indonesia juga mengenal Hari Tani yang menjadi hari kebesaran nasional dan satu-satunya di dunia, membuktikan bahwa lambang dari revolusi Indonesia diletakkan pada kekuatan kaum tani.

Saat itu, di dunia telah dikenal adanya hari buruh internasional karena masyarakat internasional banyak berpikir bahwa revolusi umat manusia didasarkan atas kekuatan dan cita-cita buruh. Akan tetapi dalam revolusi Indonesia memiliki keunikan karena tidak hanya mengenal kaum buruh sebagai soko guru revolusi tetapi juga kaum tani sebagai soko guru utama revolusi.

Peranan, usaha, keringat, dan kerja dari kaum tani membuat Indonesia berdikari dibidang pangan. Seorang bapak pendiri negara Ir. Soekarno pernah berkata, “Soal pangan adalah soal hidup matinya bangsa”. Adanya pangan memastikan adanya kehidupan dan adanya pertanian memastikan adanya pangan. Perkembangan pertanian di nusantara tercatat telah ada semenjak Mataram kuno abad 8-10 M. Alam yang subur sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Kuasa pernah menarik bangsa lain datang ke negeri ini untuk bisa mendapatkan hingga berusaha menguasai komoditas pertanian terbaik dari tanah air. Kini setelah hampir 80 tahun deklarasi kemerdekaan, pertanian masih menjadi tulang punggung penggerak roda ekonomi negeri ini.

Pandemi Covid-19 yang baru kita lalui menggoyahkan banyak bidang usaha terkecuali pertanian, karena di mana pun orang tinggal, pangan adalah hal mutlak yang akan selalu dibutuhkan. Pertanian adalah bidang yang harus selalu ada untuk menyokong pangan dan kehidupan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *