Kejar IP 200 dan Perkuat Swasembada Pangan, Mustani Kementan Gelar Tanam Serentak di Kabupaten Garut – Jawa Barat

GARUT – Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) kembali menggelar Gerakan Tanam (Gertam) Serentak di 26 provinsi sebagai langkah percepatan peningkatan produksi pangan nasional sekaligus memperkuat capaian swasembada pangan. Gertam dipusatkan di Desa Gemenggeng, Kecamatan Pace Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Jum’at (17/07/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi pemerintah mempercepat peningkatan Indeks Pertanaman (IP) dan produktivitas lahan sebagai fondasi menjaga ketahanan pangan nasional berkelanjutan.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa percepatan tanam merupakan strategi penting untuk menjaga momentum peningkatan produksi pangan nasional.

“Percepatan tanam dilakukan agar kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi sekaligus memastikan lahan-lahan yang telah mendapat dukungan pemerintah segera berproduksi dan memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan produksi pangan nasional,” ujar Mentan Amran.

Kepala Badan PPSDMP, Idha Widi Arsanti mengatakan Gertam Serentak bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan gerakan nasional untuk meningkatkan luas tanam, mempercepat peningkatan indeks pertanaman, serta mendorong produksi pangan melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.

“Percepatan tanam harus terus dijaga dengan pengawalan yang kuat. Penyuluh pertanian bersama petani menjadi ujung tombak untuk memastikan lahan yang sudah siap dapat segera ditanami dan menghasilkan produksi yang optimal,” ucap Kabadan Santi.

Pada akhir Juli 2026 Kementan menargetkan Indeks Pertanaman (IP) mencapai 200 bahkan 300. Karena itu, pendampingan penyuluh pertanian dan Brigade Pangan (BP) harus terus diperkuat. Hal ini sebagai salah satu indikator peningkatan produktivitas lahan.

“Tujuan kita adalah meningkatkan IP. Tantangan tentu ada, tetapi dengan kerja keras dan kolaborasi semua pihak saya optimis target tersebut dapat tercapai,” tegasnya.

Kabadan Santi menambahkan, keberhasilan swasembada pangan yang telah diumumkan Presiden Prabowo Subianto merupakan hasil kerja bersama seluruh insan pertanian, mulai dari petani, penyuluh, pemerintah daerah hingga pemerintah pusat.

Capaian tersebut, lanjut Arsanti, tercermin dari meningkatnya Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Perum Bulog hingga sekitar 5,2 juta ton pada pertengahan Juli 2026 atau menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.

Sebagai PJ. BP Provinsi Jawa Barat, Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (BBPMKP) Ciawi dan Museum Tanah dan Pertanian (Mustani) terus mengawal pelaksanaan program melalui koordinasi, monitoring, serta pendampingan kepada pemerintah daerah, penyuluh pertanian, Brigade Pangan (BP), dan petani agar percepatan tanam berjalan optimal.

Di Provinsi Jawa Barat, kegiatan ini dipusatkan pada lahan optimalisasi lahan (Oplah) di Desa Kadungora, Kecamatan Kadungora Kabupaten Garut dengan luas lahan sebesar 448 hektare. Gertam Serentak dihadiri oleh Kepala BBPMKP Ciawi, Sukim Supandi, Kepala Mustani, Anes Nasrullah, Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Provinsi Jawa Barat, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Ketua Tim Kerja Layanan Edukasi dan Kerjasam Museum, Ketua Tim Kerja Penyuluhan Kabupaten Sukabumi, para penyuluh pertanian se Kabupaten Garut, petani setempat, POPT dan BP.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Mustani, Anes Nasrullah mengatakan bahwa semangat Gertam merupakan bukti nyata kuatnya sinergi antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, penyuluh pertanian, BP dan para petani. Anes berharap sinergi tersebut semakin erat dalam mempercepat masa tanam, meningkatkan produktivitas lahan, serta memperkokoh langkah Indonesia menuju swasembada pangan yang berkelanjutan.

“Target IP 200 harus tercapai pada akhir Juli 2026. Karena itu, mulai saat ini kita harus bekerja keras, memperkuat kolaborasi, dan bergerak bersama untuk mewujudkan target tersebut,” ujar Anes.

Anes menambahkan, pencapaian IP 200 memerlukan komitmen dan sinergi seluruh pihak, Menurutnya, percepatan masa tanam dan optimalisasi pemanfaatan lahan menjadi kunci dalam meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional.

Kegiatan ditutup dengan dialog bersama penyuluh pertanian, BP, dan petani yang membahas percepatan tanam, optimalisasi lahan, pemanfaatan alsintan, pengelolaan irigasi, hingga strategi menghadapi perubahan iklim. (NF)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *