Pada Rabu, 19 November 2025, Kecamatan Lakbok menjadi tuan rumah pelaksanaan kegiatan Pembentukan Brigade Pangan (BP) yang diselenggarakan di Kantor BPP Lakbok, Kabupaten Ciamis. Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai unsur penting, mulai dari Kepala BBPP Lembang, Bapak Dr. Ir. Ajat Jatnika, M.Sc, Kepala Mustani, Bapak Anes Nasrullah, S.Ant., MA. beserta Tim Mustani, Camat Lakbok Agus Taofik, S.Si, MT., perwakilan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Ciamis, Kepala Desa, BPP Lakbok, Babinsa, Korluh, Kepala UPTD, hingga para calon pengurus Brigade Pangan. Kehadiran multi-stakeholder ini mencerminkan besarnya komitmen bersama untuk memperkuat kelembagaan pertanian di wilayah Lakbok, yang selama ini dikenal sebagai salah satu sentra produksi padi utama di Kabupaten Ciamis.
Dalam kesempatan tersebut, Bapak Dr. Ir. Ajat Jatnika, M.Sc membuka acara dengan penjelasan mengenai fokus peningkatan Luas Tambah Tanam (LTT) melalui optimalisasi lahan (Oplah) serta penugasan BP sebagai pengelola utama. Beliau menekankan bahwa BP memiliki peran strategis dalam mewujudkan swasembada pangan melalui pengelolaan lahan yang lebih modern, terstruktur, dan berbasis teknologi. Di tengah tantangan produktivitas dan keterbatasan lahan, BP ditujukan untuk menjadi motor penggerak modernisasi pertanian, termasuk penerapan smart farming, inovasi kelembagaan, serta penggunaan alsintan seperti combine harvester yang dapat meningkatkan efisiensi operasional.

Camat Lakbok, Bapak Agus Taofik, S.Si, MT., turut menyampaikan pentingnya sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung keberhasilan BP. Mengingat Lakbok memiliki lebih dari 3.000 hektare areal persawahan, pembentukan BP dianggap sebagai langkah strategis untuk memaksimalkan potensi pertanian daerah. Beliau menegaskan bahwa program BP mencakup seluruh proses pertanian, mulai dari pengolahan lahan hingga pemasaran, sehingga diperlukan dukungan teknis, pendampingan, dan kolaborasi lintas lembaga agar program berjalan optimal.

Dinas Pertanian Kabupaten Ciamis melalui Ibu Novi memberikan gambaran mengenai kondisi pertanian setempat yang didominasi oleh petani berusia di atas 45 tahun. Regenerasi petani menjadi urgensi besar, sehingga pembentukan BP dipandang sebagai momentum melahirkan SDM pertanian muda yang inovatif. Selain itu, beliau juga menyoroti pentingnya perlindungan varietas lokal seperti Maos Mawar serta perbaikan tata kelola pascapanen yang selama ini menjadi salah satu kendala kualitas hasil produksi.

Kepala Mustani, Bapak Anes Nasrullah, S.Ant., MA., menegaskan bahwa BP tidak hanya berfungsi sebagai kelompok tani biasa, tetapi menjadi kelembagaan baru yang memiliki tiga fokus utama: peningkatan produksi, peningkatan keterlibatan anak muda dalam sektor pertanian, dan mendorong modernisasi pertanian secara menyeluruh. Ia menambahkan bahwa BP lahir dari kebutuhan untuk memperkuat regenerasi petani serta menghadirkan model kelembagaan yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi dan tantangan pertanian masa kini.
Kegiatan ditutup dengan musyawarah pembentukan BP yang dipimpin oleh Tim Mustani, peninjauan dan koreksi Berita Acara bersama para pemangku kepentingan, serta penandatanganan dokumen resmi oleh Kepala Desa, Kapoktan, Danramil, Babinsa, Manajer BP, dan Camat Lakbok. SK Pembentukan Brigade Pangan ditandatangani langsung oleh Camat Lakbok sebagai simbol pengesahan kelembagaan. Dengan terbentuknya Brigade Pangan di Kecamatan Lakbok, diharapkan sektor pertanian daerah dapat semakin maju, efisien, dan berkelanjutan melalui pengelolaan lahan yang lebih modern dan terintegrasi.



Tinggalkan Balasan