Mustani dalam Pekan Rumphius

G.E. Rumphius seorang naturalis Eropa yang besar dari abad ke-17 berkat penelitian alam di nusantara. Karyanya jadi rujukan banyak ilmuwan. Namun, namanya seakan hilang dalam catatan sejarah kita. Oleh karena itu, merayakan kembali Rumphius adalah suatu hal penting. Komunitas Bambu bersama Tai Ping Indonesia menggelar Pekan Rumphius pada tanggal 2–11 November 2023

Museum Tanah dan Pertanian (Mustani) turut berpartisipasi dalam acara Pekan Rumphius, karena salah satu karya termashurnya yakni buku Herbarium Amboinense atau dikenal juga dengan Amboinensche Kruidboek jilid kedua dipamerkan di Mustani, yaitu di Galeri Kebijakan dan Komoditas. Buku asli yang diterbitkan tahun 1741 ini merupakan bukti sejarah yang memiliki nilai sangat penting bagi sejarah penelitian Rumphius di Indonesia

Pada hari pertama dilaksanakan pada Kamis (2 November 2023) di Goethe-Institut Jakarta dan terbuka untuk umum. Pada kesempatan ini, Museum Tanah dan Pertanian (Mustani) memamerkan Buku D’Amboinsche Rariteitkamer (1740) karya ahli botani asal Jerman, Georgius Everhardus Rumphius (1627-1702), yang merupakan koleksi Pusat Perpustakaan dan Literasi Pertanian Kementerian Pertanian. Buku yang mendapat respon luarbiasa ini merupakan karya asli Rumphius dalam bahasa Belanda. Buku asli yang dipamerkan oleh Mustani sangat in line dengan kegiatan Pekan Rumphius, yang pada hari pertama terdapat peluncuran buku karya Rumphius, Kotak Keajaiban Benua Maritim: Ambon Abad XVII. Buku itu merupakan terjemahan bahasa Indonesia dari buku Ambonese Curiosity Cabinet karya ahli Rumphius.

Hari kedua Pekan Rumphius dilaksanakan pada Sabtu, 4 November 2023 berlangsung di Tai Ping Gallery Indonesia. Kegiatan berupa press conference, pameran, diskusi “Etnoekologi Maritim”, pameran dan bazar buku Komunitas Bambu. Selain buku Buku D’Amboinsche Rariteitkamer, Mustani meramaikan acara ini dengan menampilkan koleksi Herbarium Amboinense jilid 2 karya Rumphius. Kedua buku tersebut mendapat atensi dan kekaguman yang luar biasa dari pengunjung.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *